FORMAT BERFIKIR KRITIS

Oleh  :  Abdul Karim Mansur*)

            Manusia dikenal sebagai mahluk paling terhormat karena dikaruniai akal fikiran oleh Allah Swt. Dengan akal manusia mampu mengembangkan diri serta menundukkan lingkungan, termasuk berupaya mencari pemecahan setiap persmasalahan yang dihadapi melalui pengamatan serta ketajaman berfikir untuk menemukan hubungan-hubungan hal-hal baru guna mendapatkan jawaban maupun cara-cara baru dalam menghadapi suatu masalah untuk disikapi lebih lanjut. Membiasakan berfikir demikian oleh kalangan akademisi dikenal sebagai berfikir kritis.

Istilah berfikir kritis secara sederhana dimaknakan berfikir tajam dengan mampu menguraikan rincian muatan konsep dalam suatu permasalahan serta mengaitkan dengan hal-hal lain sehingga muncul suatu gagasan yang mungkin dapat dikembangkan. Gambaran seperti ini merupakan perwujudan pola berfikir kreatif. Dalam tulisan ini akan lebih menajamkan pada pembahasan berfikir kreatif dalam memecahkan masalah, karena kreatifitas baru akan dapat berkembang manakala ada tantangan, sedangkan tantangan itu sendiri penyelesaiannya akan menuntut kreatifitas.

 Kreatifitas dan Pengembangannya

            Sebenarnya setiap orang memiliki potensi kreatif yang dapat dikembangkan baik melalui pendidikan maupun pengalaman. Untuk dapat mengetahui potensi kreatifitas berfikir seseorang dapat dilihat dari segi lter-ciri intelektual dan lter-ciri non intelektual. Ciri-ciri intelektual antara lain kepekaan dalam pengamatan, kelancaran, fleksibilitas dan originalitas dalam berfikir. Sedangkan lter-ciri non intelektual yang dapat mencerminkan kepribadian yang  kreatif  antara lain, independensi dalam berfikir, ltern pertimbangan dalam bertindak, mempunyai minat luas, ingin mencari pengalaman baru, lebih merasa tertantang terhadap masalah-masalah yang komplek ketimbang yang rutin dan seterusnya.

Kedua lter tersebut dapat dikembangkan sehingga kreatifitas seseorang dapat meningkat yang berarti :

–          dapat memberikan ide-ide dengan ltern

–          dapat melihat suatu masalah dari bermacam sudut tinjauan (fleksibel pemikirannya)

–          dapat memberikan ide-ide unik dan original.

 Pengembangan kreatifitas dapat ditempuh dengan cara langsung dan tidak langsung. Cara langsung dilakukan dengan merangsang dan mempertajam ketrampilan observasi, dengan menambah pengetahuan dan pengalaman dengan melatih dan menggunakan teknik berfikir kreatif ataupun dengan cara-cara lainnya. Cara tidak langsung dapat dilakukan dengan mengurangi/meniadakan hambatan-hambatan  dalam diri kita antara lain kurang percaya diri, terlalu cepat memberikan kritik terhadap ide-ide baru, kurang berani mencoba cara-cara baru, takut mendapat celaan dan seterusnya; dari lingkungan kita antara lain atasan yang tidak terbuka terhadap ide-ide bawahan, kurangnya kerja sama, saling tidak percaya antar teman, dan tekanan pada kerja rutin.

Pengembangan kreatifitas dimaksudkan agar muncul prakarsa (inisiatip) yang merupakan kesadaran untuk mengerjakan sesuatu yang diyakini sebagai tindakan terbaik tanpa disuruh orang lain. Oleh karena itu prakarsa merupakan benih kreatifitas yang senantiasa dibutuhkan. Itu sebabnya perlu sekali melatih berfikir kreatif dalam upaya mencari penyelesaian suatu permasalahan.

 Melatih Berfikir Kreatif

            Kadangkala seseorang merasa canggung apabila dihadapkan pada suatu masalah yang menuntut penyelesaian segera. Meskipun dilihat dari segi pendidikan formalnya memadai, tetapi karena kurang terlatih mencari penyelesaian suatu masalah maka hasil akhirnya kurang dapat memenuhi harapan. Oleh sebab itu sangat perlu memahami tahap-tahap pemecahan masalah secara kreatif.

Ada lima tahap pemecahan masalah secara kreatif, masing-masing tahapan dapat diperluas dengan proses divergen dan konvergen.

 Tahap 1.  Fact Finding (menemukan fakta)

Tahap pertama ini dimaksudkan untuk memperoleh fakta apa yang diperlukan. Pengembangannya dengan langkah-langkah :

Divergen   :

1)      tulis semua pertanyaan lterna yang diinginkan;

2)      catat semua sumber yang dapat memberikan jawaban terhadap pertanyaan.

Konvergen :

1)      Pilih pertanyaan lterna yang dianggap penting/berarti;

2)      Pilih sumber yang dianggap penting.

(pertanyaan lterna menanyakan fakta-fakta yang berhubungan dengan apa yang terjadi sekarang, apa yang terjadi pada masa lalu)

 Tahap 2. Problem Finding (menemukan masalah)

Tahap kedua ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran sejelas mungkin tentang suatu masalah. Untuk ini perlu dirumuskan macam-macam masalah agar dapat melihat masalah dengan cara-cara yang berbeda. Langkah pengembangannya :

Divergen   :

1)      catat semua pertanyaan kreatif sehubungan dengan masalah yang dihadapi dan fakta-fakta yang ada;

2)      perluas masalah dengan cara menanyakan “mengapa” terhadap masalah yang dirumuskan di atas;

3)      catatlah masalah-masalah lain yang berhubungan dengan aspek-aspek yang lain pula.

Konvergen :

1)      pilihlah masalah yang dianggap penting untuk dipecahkan sekarang atau kemudian.

(pertanyaan kreatif  : berorientasi ke masa depan, memancing banyak lternative).

Tahap 3. Idea Finding (menemukan gagasan)

Tahap ini untuk mendapatkan sebanyak mungkin lternative pemecahan masalah agar dapat mencapai tujuan. Langkah pengembangannya :

Divergen  :

1)      catat semua gagasan yang muncul;

2)      gunakan teknik-teknik kreatif antara lain :

–   teknik sumbang saran

–   teknik mendaftar sifat

–   hubungan yang dipaksakan

–   matrik

–   analisa nilai.

Konvergen  :

1)      pilih gagasan-gagasan yang dianggap baik;

2)      sebagai lternat umum dapat digunakan drajat kemudahan gagasan untuk diimplementasikan, ltern : mudah, agak sulit, sulit.

Tahap 4. Solution Finding (menemukan jawaban)Tahap ini untuk memilih lternat yang paling tepat untuk menilai lternative jawaban sehingga memperoleh jawaban yang tepat. Langkah-langkah pengembangannya :

Divergen  :

1)      usahakan mengantisipasi semua pengaruh dan akibat;

2)      catat semua hal yang dapat dipakai sebagai lternat, dengan menggunakan fakta-fakta yang telah dimiliki melalui tahap fact finding.

Konvergen :

1)      pilih lternat yang dianggap tepat;

2)      nilailah setiap lternative jawaban yang telah tersaring pada tahap idea finding.

Penilaian dapat menggunakan dasar kata sifat (baik, cukup, dan sebagainya), angka (1, 2, 3, dst.)

Tahap 5. Acceptance Finding (menemukan penerimaan)

Tahap ke lima ini dimaksudkan untuk membuat suatu rencana pelaksanaan dari setiap gagasan  yang telah diputuskan untuk digunakan. Pengembangannya dilakukan dengan :

Divergen  :

1)      catat semua tindakan yang dapat dilakukan dengan menggunakan pedoman pertanyaan 4 W + 1 H;

2)      kembangkan rencana untuk menyalurkan gagasan, misalnya : kepada siapa gagasan disalurkan, apa yang harus dilakukan terhadap gagasan itu, apa keuntungannya dan bagaimana mengatasi keberatan tersebut.

Konvergen :

1)      pilih tindakan/langkah-langkah yang dianggap tepat;

2)      pilih rencana menyalurkan gagasan yang dianggap baik.

Telaah praktis tentang berfikir kreatif dalam menyikapi permasalahan seperti uraian di atas masih merupakan pembahasan teoritis. Untuk melihat hasilnya dibutuhkan latihan dan pembiasaan. Sehingga tidak mengecewakan dalam mencari pemecahan masalah, utamanya yang berkait dengan keorganisasian yang terkadang banyak menemukan jalan buntu hanya karena salah persepsi antar para anggota.Dengan tulisan singkat ini semoga dapat memberikan manfaat dalam mempertebal bekal para kader, serta memberikan semangat baru dalam membangun dan mengembangkan organisasi untuk izzul islam wal muslimin, semoga !

Dr. Abdul Karim,M.Pd: Dosen tetap STAIN Kudus, Dosen tidak tetap pada STAIMAFA Margoyoso Pati, Dosen tidak tetap pada Pascasarjana INSURI Ponorogo.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s